Minggu, 06 Oktober 2013

Panduan Wisata Fak Fak

Indonesia

 

Gambaran umum Fak Fak

Kota Fak Fak merupakan ibukota Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat sekaligus merupakan salah satu kota tertua di Papua. Kabupaten Fak Fak sendiri dikenal dengan sebutan Kota Pala karena wilayah ini terkenal sebagai penghasil buah pala. Masyarakat Kabupaten Fak-Fak memiliki semboyan Satu Tungku Tiga Batu yang mencerminkan bahwa masyarakat kabupaten ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Ada banyak tempat menarik yang ditawarkan tempat ini. Anda dapat menikmati pemandangan alam yang pastinya akan meninggalkan kesan pada pengalaman Anda.

Fak Fak Sejarah

Pada tahun 1898 di masa pemerintahan Belanda, tanah Papua terbagi menjadi dua afdeeling atau karesidenan : Adeeling Noord Nieuw Guinea yang berada di Manokwari dan Afdeeling West en Zuid Nieuw Guinea yang berada di Fak Fak. Kemudian tahun 1952 berubah menjadi empat afdeeling dimana Fak Fak masuk ke dalam afdeeling West Nieuw Guinea. Perubahan terakhir terjadi tahun 1961 yang menjadi enam afdeeling dimana terdapat Afdeeling Fak Fak yang membawahi tiga onderafdeeling : Fak Fak, Kaimana dan Mimika. Hingga dikeluarkan undang-undang tahun 1969 yang mengatur tentang otonomi di Papua Barat, maka terbentuklah Kabupaten Fak Fak.

Fak Fak lokasi



things to see

Yang dapat di temui di Fak Fak

Terdapat Masjid Tua di Kampung Patimburak yang berdiri sejak 200 tahun lalu dan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fak-Fak. Di masjid yang dibangun pada tahun 1870 ini Anda dapat melihat keunikan arsitekturnya yang berupa perpaduan antara bentuk masjid dan gereja. Sementara jika Anda berkunjung ke Andamata yang terletak di Distrik Kokas, Kabupaten Fak-Fak, Anda akan melihat lukisan tebing yang digambar pada bebatuan terjal dan merupakan situs kuno peninggalan jaman prasejarah yang disebut Situs Purbakala Tapurarang.
things to do

Yang dapat di lakukan

Anda yang mempunyai hobi memancing dapat berkunjung ke Air Kitikiti. Anda juga dapat menyelam ataupun snorkeling di tempat ini. Sementara di Pantai Patawana yang terletak kurang lebih 30 km dari kota Fak-Fak, Anda dapat menjajal ombak yang khas dan menantang untuk surfing. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke pantai ini adalah antara bulan Agustus-Desember.
things to eat

Makanan yang harus di coba

Salah satu makanan khas dari Kabupaten Fak-Fak adalah manisan pala. Selain nikmat, manisan pala ini juga sangat baik untuk tubuh. Selain itu ada juga martabak sagu, salah satu makanan khas yang terbuat dari sagu yang dihaluskan lalu digoreng dan diberi gula merah

Taman Nasional Lorentz

Fak Fak, Indonesia

Tentang Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz
Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217 Jayapura 99351, Papua Barat
Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu dari tiga situs warisan dunia yang ada di Indonesia. Taman Nasional Lorentz berada di 2 provinsi yaitu di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai dan Kabupaten Merauke; dan Provinsi Papua Barat tepatnya di Kabupaten Fak-Fak. Taman nasional ini merupakan cagar alam yang di lindungi oleh undang-undang. Taman Nasional Lorentz ini membentang dari puncak Gunung Jayawijaya yang selalu ditutupi salju hingga Laut Arafura dengan hutan bakau dan kawasan pesisir pantainya. Kawasan ini merupakan kawasan dengan ragam hayati dan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Asia Pasifik.
Taman Nasional Lorentz sangat cocok untuk Anda para pecinta alam dan hobi berpetualang. Di taman nasional ini Anda bisa menikmati bentangan alam yang sangat indah khas eksotika Indonesia. Di sini terdapat sekitar 34 tipe vegetasi , sehingga ada beraneka ragam jenis flaura dan fauna yang sebagian besar jenisnya merupakan jenis yang langka. Keunikan lainnya yaitu keberadaan gletser di Pucak Jaya dan beberapa sungai bawah tanah yang melewati Lembah Balliem. Selain itu, Anda juga bisa menikmati kebudayaan khas suku-suku yang tinggal di kawasan Taman Nasional Lorentz ini, antara lain Suku Nduga, Suku Asmat, Suku Sempan, Suku Dani Barat dan Suku Amungme.

Akses ke Taman Nasional Lorentz transport

Akses menuju Taman Nasional Lorent memang cukup sulit menjadi tantangan tersendiri pagi para petualang. Dapat diakses dengan menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Atau bisa juga terbang menuju bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Merauke. Pilihan jalur lainnya, anda dapat menggunakan kapal laut yang melayani tujuan Pelabuhan Sawa Erma. Sesampainya di pelabuhan ini dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke beberapa lokasi di Taman Nasional 

Pantai Patawana

Fak Fak, Indonesia

Tentang Pantai Patawana

Pantai Patawana
Banyak wisata bahari di negara kita yang keindahan alamnya belum banyak terjamah dan masih alami, salah satunya Pantai Patawana. Pantai ini terletak di Desa Kotam, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Propinsi Papua Barat. Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata favorit bagi warga masyarakat setempat. Air lautnya yang biru bersih dan hamparan pasir putihnya yang dikelilingi deretan pohon kelapa seolah tersenyum mengajak kita berlama-lama berada di pantai ini.
Keindahan permukaan dan bawah laut di pantai ini juga menjadi daya tarik tersendiri di pantai ini. Banyak nelayan yang mengarungi laut di lepas pantai ini untuk mendapatkan buruan laut yang banyak terdapat di bawah laut Pantai Patawana. Ekosistem di kawasan pantai ini pun masih alami dan terjaga, terbukti dengan masih banyaknya burung yang beterbangan di sekitar pantai, hutan di sekitar pantai yang masih asri dan alami, terumbu karang dan ikan banyak bertebaran di bawah laut.
Kamu bisa menghabiskan waktumu di Pantai Patawana ini dengan berenang, memancing, diving, snorkeling ataupun surfing. Bila ingin surfing di pantai ini kamu bisa mengunjungi Pantai Patawana antara bulan Agustus � Desember dimana pada bulan-bulan tersebut pantai ini mempunyai ombak yang khas dan menantang bagi para surfer.

Goa Kokas

FakFak, Indonesia

Tentang Goa Kokas

Goa Kokas
Kota Fak Fak merupakan ibukota Kabupaten Fak Fak. Sebagai penghasil buah pala, Kota Fak Fak dikenal dengan nama Kota Pala. Di kota ini pula terdapat beberapa situs peninggalan sejarah salah satunya Goa Kokas.
Goa Kokas terletak di Distrik Kokas, Kabupaten Fak Fak, Propinsi Papua Barat. Pada tahun 1942-1945, Kokas pernah bergelar sebagai kota basis pertahanan tentara Jepang melawan sekutu pada masa Perang Dunia kedua dan Goa Kokas ini merupakan goa peninggalan tentara Jepang pada masa tersebut.
Jika dilihat dari luar, kita tidak akan menduga bahwa di tempat ini merupakan sebuah goa persembunyian. Dari luar kita hanya akan melihat tiga buah bunker pengintai berukuran 4 meter persegi. Namun begitu kita masuk ke dalamnya maka akan kita temukan goa yang dibangun tepat menghadap laut. Dahulu, setiap kapal sekutu yang merapat di perairan Kokas dapat dipantau dengan mudah oleh tentara Jepang melalui goa ini.
Hingga saat ini bangunan Goa Kokas masih asli tidak ada perubahan kecuali pada pintu pagar di ketiga mulut goa. Pemerintah setempat pun telah menjadikan Goa Kokas sebagai lokasi wisata. Jika berencana menyusuri goa ini jangan lupa untuk membawa senter atau penerangan lainnya karena di dalam goa tidak terdapat cahaya sama sekali bahkan sinar matahari pun hanya bisa menerangi sampai di bibir goa saja.
Saat menyusuri goa, kita akan ditantang untuk meraba setiap detail sudut goa sepanjang 138 m ini. Di dalam goa, kita akan menjumpai ruangan-ruangan yang disekat seperti kamar tidur. Sesampainya di ujung goa, kita akan menemukan pemandangan indah dan kesejukan laut yang membentang. Kita bisa melepas lelah sambil menikmati panoramanya yang indah.

Akses ke Goa Kokas transport

Dari terminal Fak Fak menggunakan angkutan luar kota yang menuju ke pusat kota Kokas dengan tarif Rp. 25.000 sekali jalan hingga ke lokasi Goa Kokas. Perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Selama perjalanan kita akan disuguhi pemandangan bukit dan sejuknya udara di belantara Papua.


Bandara di Fak Fak
Fak Fak melalui jalan udara di layani oleh Bandara Torea.
Fak Fak (FKQ) adalah sebuah bandar udara yang melayani kota Fak Fak yang terletak di Papua Barat. Merpati terbang 3hari dalam seminggu untuk Sorong, dan sekali untuk Kaimana dan Manokwari. Wings Air terbang 2kali ke Ambon dalam seminggu, dan Expressair terbang ke Jayapura setiap hari kecuali Minggu, alternatif melalui Sorong-Manokwari dan Kaimana-Nabire.

Menuju pusat kota dari Bandara

Bandara Torea hanya di luar kota, di lereng bukit 7km dari pusat. Sebuah biaya taksi disewa sekitar Rp 50.000 dari atau ke kota.

4 komentar:

  1. saya tertarik untuk mempelajari kebudayaan berbagai daerah di Indonesia, dan saya sedang mempelajari tentang kebudayaan yang ada di Papua. kalau bisa, bolehkah saya bertanya seputar kebudayaan dan makanan yang ada di papua melalui anda??

    BalasHapus
  2. Silahkan bertanya saja, mungkin saya bisa bantu atau mungkin suatu saat penulis blog bisa melihatnya.

    BalasHapus
  3. KESAKSIAN KISAH NYATA 2017

    Kesaksian Edisi 2017. Nama: Bpk. Hidayat M.Rohadi. Kota: Semarang. Jawa Tengah
    Segala Syukur Saya Ucapkan Kepada Allah SWT, Atas Segalah Kuasanya Hingga Ada Sosok Seperti Mbah Bintang Jagat Dimuka Bumi ini Yang Dianugerahi Kekuatan Spiritual Islami, Mbah Bintang Telah Memberikan Saya Dan Keluarga Saya Kebahagiaan, Berkat Bantuan DANA GHOIB 15 Milyar Yang Mbah Bintang Jagat Berikan Kini Bisnis PROPERTY Keluarga Yang Saya Jalankan Sekarang Sudah Sudah Hampir Selesai Pembangunan, DANA GHAIB Dari Mbah Bintang Jagat Saya Pakai Untuk Pelunasan Tanah Dan Sisanya Untuk Pembangunannya..
    Saya Ucapkan Terima Kasih Kepada Mbah Bintang Jagat Karna Bantuan Anda, Akhirnya saya Bisa Sukses, Semoga Anda Juga Merasakan Keberuntungan Saya ini, Demikian Kesaksian Saya Buat Tanpa Adanya pemaksaan Dari Pihak manapun, Wassalam
    KLIK:> Solusi Pesoalan Ekonomi 2017

    BalasHapus
  4. Eksosistem di sekitar kawasan Pantai Patawanasangat asri dan pasir putihnya sangat bersih

    BalasHapus