Panduan Wisata Fak Fak
Indonesia
Gambaran umum Fak Fak
Kota Fak Fak merupakan ibukota Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat sekaligus merupakan salah satu kota tertua di Papua. Kabupaten Fak Fak sendiri dikenal dengan sebutan Kota Pala karena wilayah ini terkenal sebagai penghasil buah pala. Masyarakat Kabupaten Fak-Fak memiliki semboyan Satu Tungku Tiga Batu yang mencerminkan bahwa masyarakat kabupaten ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Ada banyak tempat menarik yang ditawarkan tempat ini. Anda dapat menikmati pemandangan alam yang pastinya akan meninggalkan kesan pada pengalaman Anda.Fak Fak Sejarah
Pada tahun 1898 di masa pemerintahan Belanda, tanah Papua terbagi menjadi dua afdeeling atau karesidenan : Adeeling Noord Nieuw Guinea yang berada di Manokwari dan Afdeeling West en Zuid Nieuw Guinea yang berada di Fak Fak. Kemudian tahun 1952 berubah menjadi empat afdeeling dimana Fak Fak masuk ke dalam afdeeling West Nieuw Guinea. Perubahan terakhir terjadi tahun 1961 yang menjadi enam afdeeling dimana terdapat Afdeeling Fak Fak yang membawahi tiga onderafdeeling : Fak Fak, Kaimana dan Mimika. Hingga dikeluarkan undang-undang tahun 1969 yang mengatur tentang otonomi di Papua Barat, maka terbentuklah Kabupaten Fak Fak.Fak Fak lokasi

Yang dapat di temui di Fak Fak
Terdapat Masjid Tua di Kampung Patimburak yang berdiri sejak
200 tahun lalu dan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fak-Fak. Di
masjid yang dibangun pada tahun 1870 ini Anda dapat melihat keunikan
arsitekturnya yang berupa perpaduan antara bentuk masjid dan gereja.
Sementara jika Anda berkunjung ke Andamata yang terletak di Distrik
Kokas, Kabupaten Fak-Fak, Anda akan melihat lukisan tebing yang digambar
pada bebatuan terjal dan merupakan situs kuno peninggalan jaman
prasejarah yang disebut Situs Purbakala Tapurarang.

Yang dapat di lakukan
Anda yang mempunyai hobi memancing dapat berkunjung ke Air
Kitikiti. Anda juga dapat menyelam ataupun snorkeling di tempat ini.
Sementara di Pantai Patawana yang terletak kurang lebih 30 km dari kota
Fak-Fak, Anda dapat menjajal ombak yang khas dan menantang untuk
surfing. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke pantai ini adalah antara
bulan Agustus-Desember.

Makanan yang harus di coba
Salah satu makanan khas dari Kabupaten Fak-Fak adalah manisan
pala. Selain nikmat, manisan pala ini juga sangat baik untuk tubuh.
Selain itu ada juga martabak sagu, salah satu makanan khas yang terbuat
dari sagu yang dihaluskan lalu digoreng dan diberi gula merah
Taman Nasional Lorentz
Fak Fak, Indonesia
Tentang Taman Nasional Lorentz

Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217 Jayapura 99351, Papua Barat
Taman
Nasional Lorentz merupakan salah satu dari tiga situs warisan dunia
yang ada di Indonesia. Taman Nasional Lorentz berada di 2 provinsi yaitu
di Provinsi Papua tepatnya di Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Paniai
dan Kabupaten Merauke; dan Provinsi Papua Barat tepatnya di Kabupaten
Fak-Fak. Taman nasional ini merupakan cagar alam yang di lindungi oleh
undang-undang. Taman Nasional Lorentz ini membentang dari puncak Gunung
Jayawijaya yang selalu ditutupi salju hingga Laut Arafura dengan hutan
bakau dan kawasan pesisir pantainya. Kawasan ini merupakan kawasan
dengan ragam hayati dan ekosistem terlengkap di Asia Tenggara dan Asia
Pasifik.
Taman Nasional Lorentz sangat cocok untuk Anda para pecinta alam dan
hobi berpetualang. Di taman nasional ini Anda bisa menikmati bentangan
alam yang sangat indah khas eksotika Indonesia. Di sini terdapat sekitar
34 tipe vegetasi , sehingga ada beraneka ragam jenis flaura dan fauna
yang sebagian besar jenisnya merupakan jenis yang langka. Keunikan
lainnya yaitu keberadaan gletser di Pucak Jaya dan beberapa sungai bawah
tanah yang melewati Lembah Balliem. Selain itu, Anda juga bisa
menikmati kebudayaan khas suku-suku yang tinggal di kawasan Taman
Nasional Lorentz ini, antara lain Suku Nduga, Suku Asmat, Suku Sempan,
Suku Dani Barat dan Suku Amungme.
Akses ke Taman Nasional Lorentz

Akses menuju Taman Nasional Lorent memang cukup sulit menjadi
tantangan tersendiri pagi para petualang. Dapat diakses dengan
menggunakan pesawat perintis dari Kota Timika menuju bagian utara Taman
Nasional Lorentz yang terletak di Kabupaten Paniai. Atau bisa juga
terbang menuju bagian selatan, tepatnya di Kabupaten Merauke. Pilihan
jalur lainnya, anda dapat menggunakan kapal laut yang melayani tujuan
Pelabuhan Sawa Erma. Sesampainya di pelabuhan ini dilanjutkan dengan
berjalan kaki menuju ke beberapa lokasi di Taman Nasional
Pantai Patawana
Fak Fak, Indonesia
Tentang Pantai Patawana

Banyak
wisata bahari di negara kita yang keindahan alamnya belum banyak
terjamah dan masih alami, salah satunya Pantai Patawana. Pantai ini
terletak di Desa Kotam, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak, Propinsi
Papua Barat. Pantai ini merupakan salah satu obyek wisata favorit bagi
warga masyarakat setempat. Air lautnya yang biru bersih dan hamparan
pasir putihnya yang dikelilingi deretan pohon kelapa seolah tersenyum
mengajak kita berlama-lama berada di pantai ini.
Keindahan
permukaan dan bawah laut di pantai ini juga menjadi daya tarik
tersendiri di pantai ini. Banyak nelayan yang mengarungi laut di lepas
pantai ini untuk mendapatkan buruan laut yang banyak terdapat di bawah
laut Pantai Patawana. Ekosistem di kawasan pantai ini pun masih alami
dan terjaga, terbukti dengan masih banyaknya burung yang beterbangan di
sekitar pantai, hutan di sekitar pantai yang masih asri dan alami,
terumbu karang dan ikan banyak bertebaran di bawah laut.
Kamu bisa
menghabiskan waktumu di Pantai Patawana ini dengan berenang, memancing,
diving, snorkeling ataupun surfing. Bila ingin surfing di pantai ini
kamu bisa mengunjungi Pantai Patawana antara bulan Agustus � Desember
dimana pada bulan-bulan tersebut pantai ini mempunyai ombak yang khas
dan menantang bagi para surfer.
Goa Kokas
FakFak, Indonesia
Tentang Goa Kokas

Kota
Fak Fak merupakan ibukota Kabupaten Fak Fak. Sebagai penghasil buah
pala, Kota Fak Fak dikenal dengan nama Kota Pala. Di kota ini pula
terdapat beberapa situs peninggalan sejarah salah satunya Goa Kokas.
Goa
Kokas terletak di Distrik Kokas, Kabupaten Fak Fak, Propinsi Papua
Barat. Pada tahun 1942-1945, Kokas pernah bergelar sebagai kota basis
pertahanan tentara Jepang melawan sekutu pada masa Perang Dunia kedua
dan Goa Kokas ini merupakan goa peninggalan tentara Jepang pada masa
tersebut.
Jika dilihat dari luar, kita tidak akan menduga bahwa di
tempat ini merupakan sebuah goa persembunyian. Dari luar kita hanya
akan melihat tiga buah bunker pengintai berukuran 4 meter persegi. Namun
begitu kita masuk ke dalamnya maka akan kita temukan goa yang dibangun
tepat menghadap laut. Dahulu, setiap kapal sekutu yang merapat di
perairan Kokas dapat dipantau dengan mudah oleh tentara Jepang melalui
goa ini.
Hingga saat ini bangunan Goa Kokas masih asli tidak ada
perubahan kecuali pada pintu pagar di ketiga mulut goa. Pemerintah
setempat pun telah menjadikan Goa Kokas sebagai lokasi wisata. Jika
berencana menyusuri goa ini jangan lupa untuk membawa senter atau
penerangan lainnya karena di dalam goa tidak terdapat cahaya sama sekali
bahkan sinar matahari pun hanya bisa menerangi sampai di bibir goa
saja.
Saat menyusuri goa, kita akan ditantang untuk meraba setiap
detail sudut goa sepanjang 138 m ini. Di dalam goa, kita akan menjumpai
ruangan-ruangan yang disekat seperti kamar tidur. Sesampainya di ujung
goa, kita akan menemukan pemandangan indah dan kesejukan laut yang
membentang. Kita bisa melepas lelah sambil menikmati panoramanya yang
indah.
Akses ke Goa Kokas

Dari terminal Fak Fak menggunakan angkutan luar kota yang menuju
ke pusat kota Kokas dengan tarif Rp. 25.000 sekali jalan hingga ke
lokasi Goa Kokas. Perjalanannya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Selama
perjalanan kita akan disuguhi pemandangan bukit dan sejuknya udara di
belantara Papua.
Bandara di Fak Fak
Fak Fak melalui jalan udara di layani oleh Bandara Torea.
Fak Fak (FKQ) adalah sebuah bandar udara yang melayani kota
Fak Fak yang terletak di Papua Barat. Merpati terbang 3hari dalam
seminggu untuk Sorong, dan sekali untuk Kaimana dan Manokwari. Wings
Air terbang 2kali ke Ambon dalam seminggu, dan Expressair terbang ke
Jayapura setiap hari kecuali Minggu, alternatif melalui Sorong-Manokwari
dan Kaimana-Nabire.
Menuju pusat kota dari Bandara
Bandara Torea hanya di luar kota, di lereng bukit 7km dari pusat. Sebuah biaya taksi disewa sekitar Rp 50.000 dari atau ke kota.
saya tertarik untuk mempelajari kebudayaan berbagai daerah di Indonesia, dan saya sedang mempelajari tentang kebudayaan yang ada di Papua. kalau bisa, bolehkah saya bertanya seputar kebudayaan dan makanan yang ada di papua melalui anda??
BalasHapusSilahkan bertanya saja, mungkin saya bisa bantu atau mungkin suatu saat penulis blog bisa melihatnya.
BalasHapusKESAKSIAN KISAH NYATA 2017
BalasHapusKesaksian Edisi 2017. Nama: Bpk. Hidayat M.Rohadi. Kota: Semarang. Jawa Tengah
Segala Syukur Saya Ucapkan Kepada Allah SWT, Atas Segalah Kuasanya Hingga Ada Sosok Seperti Mbah Bintang Jagat Dimuka Bumi ini Yang Dianugerahi Kekuatan Spiritual Islami, Mbah Bintang Telah Memberikan Saya Dan Keluarga Saya Kebahagiaan, Berkat Bantuan DANA GHOIB 15 Milyar Yang Mbah Bintang Jagat Berikan Kini Bisnis PROPERTY Keluarga Yang Saya Jalankan Sekarang Sudah Sudah Hampir Selesai Pembangunan, DANA GHAIB Dari Mbah Bintang Jagat Saya Pakai Untuk Pelunasan Tanah Dan Sisanya Untuk Pembangunannya..
Saya Ucapkan Terima Kasih Kepada Mbah Bintang Jagat Karna Bantuan Anda, Akhirnya saya Bisa Sukses, Semoga Anda Juga Merasakan Keberuntungan Saya ini, Demikian Kesaksian Saya Buat Tanpa Adanya pemaksaan Dari Pihak manapun, Wassalam
KLIK:> Solusi Pesoalan Ekonomi 2017
Eksosistem di sekitar kawasan Pantai Patawanasangat asri dan pasir putihnya sangat bersih
BalasHapus